Awal Perkembangan Fashion Di Indonesia -->

Header Menu


Awal Perkembangan Fashion Di Indonesia

Wednesday, February 3, 2021
Penting untuk Menjadi Perhatian. Sebelum Anda Melanjutkan untuk Membaca Berita, Melihat atau Mengajukan Permohonan Kerja dari Informasi-Informasi Yang Kami Tulis di halaman ini, Harap diperhatikan Tanggal Expired Yang Tertulis di bagian Halaman Postingan atau di Halaman Sumber Kami, Agar Anda Tidak Keliru dalam Membuat Keputusan Untuk Sesuatu Yang Belum Jelas Anda Pahami. Sekali lagi Harap di Baca dengan Seksama Informasi Yang Ada di Halaman ini.

Blog / Website ini Menyajikan Berbagai Informasi Terbaru Baik Nasional Maupun Internasional Seperti: Berita Terkini, Politik, Daerah, Nasional, Viral, Kejadian Aneh dan Nyata, Lowongan Kerja Terbaru, Tips and Trick dan lain-lain. Kami Mencari Informasi dari Berbagai Sumber Terpercaya, Kemudian Kami Tulis Kembali di Blog / Website ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi. Informasi Yang Kami Sajikan Sifatnya Hanya Sebatas Membantu Pencari Informasi dalam Menemukan Berbagai Informasi Penting Yang Ada di dunia Untuk Kebutuhan Mereka Yang Sifatnya Positif dan Mudah-Mudahan Bermanfaat. Jika Anda Ingin Terhubung Bersama Kami Silahkan Kunjungi Halaman Medsos Group Kami untuk Mengajukan Pertanyaan, Masukan, Gabung Group Loker Via Telegram Silahkan Klik Gabung Sekarang...

Awal Perkembangan Fashion Di Indonesia
Awal Perkembangan Fashion Di Indonesia


Berbicara mengenai Perkembangan Trend Fashion di Indonesia, tidak terlepas dari nama-nama desainer atau perancang busana. Secara historis, sejak 700-1000 SM, tekstil dan kain telah didokumentasikan sebagai salah satu produk penting yang dipertukarkan atau diperdagangkan antara bangsa-bangsa dan kerajaan di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kerajaan Sriwijaya (Palembang) memperdagangkan sumber daya alamnya untuk ditukar dengan sutra dan gerabah dari Cina, dan dengan India, mereka menukarkannya untuk kapas.


Perkembangan Trend Fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia terutama Busana Korea belakangan ini. Sejak munculnya Non Kawilarang dan Peter Sie , pada tahun 1960, dunia mode Indonesia telah menunjukkan potensi dan bakat yang luar biasa. Dalam perkembangan awalnya Fashion Indonesia cenderung meniru gaya barat baik dalam bahan yang digunakan maupun desain. Secara usia, orang tua di Indonesia umumnya lebih nyaman dengan kostum tradisional seperti kebaya, terutama untuk menghadiri acara khusus, berbeda dengan usia muda yang lebih sering tampil dengan mode gaya barat atau gaya busana korea. Sejak saat itu busana tradisional secara harmonis berkembang sama baiknya dengan desain gaya barat hingga saat ini.


Tahun 1970 merupakan awal kemunculan dari Iwan Tirta, Harry Dharsono, Prajudi, Poppy Dharsono dan Ramli yang telah memberikan signal dalam Dunia Fashion Indonesia kepada dunia internasional melalui penciptaan mereka dan parade fashion di dalam maupun di luar negeri. Dalam dekade tersebut, dunia fashion Indonesia mencatat kemajuan yang cukup besar. Upaya dan kerja keras dari para desainer muda didukung oleh terbitnya majalah wanita “Femina”, majalah wanita baru yang dimulai penerbitan pada tahun 1972, yang banyak memberikan perhatian serius terhadap dunia mode dengan menghadirkan berita trend fashion dunia, sehingga memberikan spektrum yang lebih luas untuk fashion nasional di era ini.


Pia Alisjahbana merupakan wanita yang berpengaruh dalam mengelola majalah tersebut dan memprakarsai Lomba Fashion Desainer pertama Tahunan pada tahun 1979. Acara ini menjadi peristiwa penting yang berhasil mencetak banyak desainer muda berbakat seperti Samuel Wattimena, Chossy Latu, Carmanita, Edward Hutabarat, dan Stephanus Hamy, menambah daftar desainer yang ada seperti Arthur Harland, Susan Budiarjo, Thomas Sigar, Dandy Burhan, Adrianto Halim, Corrie Kastubi, Ghea Panggabean, Biyan, Raizal Rais dan Itang Yunaz.


Nama mereka telah menjadikan titik sejarah untuk pengembangan industri fashion Indonesia. Pada masa itu, peluang besar bagi perancang busana untuk mengembangkan design-nya disupport oleh Pemerintah Indonesia. Departemen Perdagangan misalnya, mereka terlibat dalam pameran internasional, pameran perdagangan, serta misi budaya, terutama di negara mode terkemuka seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan Australia.